News Super Blue Blood Moon, Warga RT 02 Desa Bukur Lakukan Ini . Terbaru
![]() |
| foto stack Supermoon oleh Jack Hills |
Nah, menyikapi fenomena alam gerhana bulan total yang juga disebut dengan istilah Super Blue Blood Moon ini, warga lingkungan RT 02 RW 01 Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun memilih melaksanakan sholat gerhana bulan secara berjamaah.
Di kawasan yang merupakan sentra Desa Bukur ini, sholat gerhana bulan akan dilaksanakan di mushola Al-Mujahidin. Bertindak sebagai imam yaitu bapak Muhadjir AK dengan khotib bapak Muhtar Yatim, S.Pdi.
Muhadjir AK yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat setempat ini menuturkan, sholat sunnah gerhana bulan bertujuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa. Dilaksanakan semata-mata untuk memuji Allah SWT Yang Maha Kuasa serta memanjatkan rasa syukur atas segala ciptaan-Nya.
"Seluruh alam dan isinya adalah ciptaan Allah SWT, gerhana bulan ini adalah salah satu tanda kekuasaan-Nya," terang Muhadjir.
Dia menjelaskan, sholat gerhana bulan merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini menurut tuntunan Nabi SAW dilaksanakan secara berjamaah dan harus ada khotbahnya.
"Seperti sholat Jum'at, tetapi bedanya pada niat dan gerakan ruku' di setiap rokaatnya dilakukan dua kali," imbuhnya.
Rencananya, sholat gerhana bulan di mushola Al-Mujahidin akan dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB dengan dua rokaat secara berjamaah. Diharapkan seluruh warga untuk datang ke mushola dan melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan.
Setali tiga uang, Kepala Desa Bukur Ratna Detaria Diyandari, SH., juga mengajak kepada seluruh warga Desa Bukur untuk melaksanakan sholat gerhana bulan. Baik di masjid maupun mushola yang ada di lingkungan masing-masing.
"Mari kita wujudkan Desa Bukur sebagai desa religi, dengan cara melaksanakan ajaran Islam sesuai syariat. Dan satunya dengan melaksanakan sholat gerhana bulan ini," imbau Ratna.
Untuk diketahui, fenomena alam Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan besar yang tampak kemerahan malam ini tergolong istimewa luuur. Pasalnya, kejadian seperti ini sangat langka karena hanya terjadi setiap kurun waktu 150 tahun sekali.
Jadi, kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT harus selalu bersyukur dan menjadikan peristiwa alam sebagai momentum untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. (ant/red)

