Posts

Showing posts with the label Akhlak

Pengertian Ikhlas dalam Ibadah

Image
Pengertian Ikhlas dalam Ibadah merupakan paduan ibadah dan akhlak atau syariat dan tasawuf. Ibadah adalah pelaksanan syariat Islam. Tasawuf adalah akhlak atau moralitas Islami. Ikhlas artinya tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan apa pun kepada selain Allah SWT. Mengerjakan sesuatu hanya mengharapkan ridho Allah SWT, tidak mengharapkan apa pun selainnya dan kepada selain-Nya, itulah ikhlas. Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT, selain ilmu dan sesuai dengan sunah Rasulullah Saw. Ikhlas: Amalan Hati Ikhlas adalah amalan hati ( 'amaliyah qolbiyah ). Orang yang ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT, tidak berharap pujian atau penghargaan dari manusia, bahkan amal ibadahnya ia sembunyikan agar tidak diketahui manusia. "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yunus:105). “Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari r...

Delapan Perhiasan Amal yang Wajib Dipelihara

PERHIASAN adalah sesuatu yang menyenangkan. Dalam amal kebaikan juga perhiasan yang tidak boleh lepas, bukan saja agar amal itu indah, tapi juga diterima oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan. Setidaknya ada delapan perhiasan amal yang wajib ada dalam setiap amal kebaikan. Kedelaan perhiasan amal ini dikemukakan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., sahabat terdekat Nabi Saw dan pembela terkemuka dakwah risalah Islam. Abu Bakar berkata, ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara yang lain, yaitu: Memelihara diri dari meminta-minta merupakan perhiasan bagi kefakiran. Bersyukur kepada Allah SWT merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikan-Nya. Sabar adalah perhiasan bagi musibah. Tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab (keturunan). Santun adalah perhiasan bagi ilmu. Rendah hati adalah perhiasan bagi seorang pelajar. Tidak menyebut-nyebut pemberian merupakan perhiasan bagi kebaikan. Khusyu' adalah perhiasan bagi shalat. Ra...

Menguap dan Bersin Menurut Islam

Image
Menguap dan Bersin merupakan “kegiatan rutin” yang biasa kita lakukan. Menguap biasanya karena mengantuk atau capek. Bersin umumnya karena terserang flu atau ada bibit penyakit masuk hidung. Bagaimana Menguap dan Bersin Menurut Islam? Berikut ini beberapa hadits Nabi Muhammad Saw tentang menguap dan bersin. Risalah Islam memang agama sempurna. Soal “kecil” ini pun menjadi perhatian sehingga kaum Muslim bisa menjalani hidupnya dengan benar dan diridhai Allah Swt. MENGUAP "Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya." (HR. Bukhari). "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika seseorang bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka bagi semua muslim yang mendengar hendaknya mengucapkan tasymit (ucapan yarhamukallah). Adapun menguap berasal dari syaitan. Oleh karena itu hendaklah dilawan semampun...

10 Sifat yang Dibenci Allah SWT

Kikir, sombong, riya adalah bagian dari 10 akhlak tercela ( akhlaqul madzmumah ) atau sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Karena dibenci-Nya, maka kita wajib menjauhi ke-10 sifat atau perilaku yang tidak baik ini. 10 Sifat yang Dibenci Allah SWT Ulama ahli bijak, sebagaimana dikemukakan dalam kitab Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani,  berkata: "Ada sepuluh sifat yang dibenci Allah, yang timbul dari sepuluh macam orang, yaitu: 1. Sifat bakhil (kikir, pelit) orang kaya .  Terlalu sayang sama harta, sehingga pelit banget. Dia lupa harta itu bisa diambil Sang Pemilik Hakiki, Allah Swt, kapan saja. Dia lupa, harta itu justru menjadi sarana ibadah harta --zakat, infak, sedekah, membantu kaum dhuafa, mendukung dakwah, dll. 2. Kesombongan orang fakir . Orang kaya sombong bisa dibilang "normal", tapi kalau orang fakir sombong? Termasuk sombong (takabur) adalah tidak mau menerima kebenaran, tidak mau menerima nasihat, dan tidak mau berdoa kepada Allah SWT. 3. Ketamakan u...

Etika Memberi Nasihat dan Kritik dalam Islam

Nasihat itu baik. Demikian juga kritik konstruktrif bagi perbaikan diri seseorang. Namun, nasihat dan kritik harus disampaikan dengan tidak tepat, terutama dalam hal cara ( how ) dan waktu ( timing ). Dalam Islam, nasihat harus disampaikan dengan bijak sehingga tidak mempermalukan. Berikut ini etika memberi nasihat dalam Islam sebagaimana dikemukakan dalam Syarah ‘Arbain an-Nawawiyah . Pertama , janganlah ikatan pertemanan, persaudaraan, dan lainnya yang ada di antara kita dengan orang lain membuat kita merasa enggan atau tidak enak hati untuk menasihati orang tersebut bila ia melakukan kemungkaran. Karena sesungguhnya, persaudaraan sejati adalah persaudaraan yang dilakukan karena Alloh, cinta dan benci pun karena Alloh. Sahabat sejati bukanlah sahabat yang selalu membenarkan kita baik kita benar atau salah, akan tetapi sahabat sejati adalah sahabat yang mengingatkan kita ketika kita lupa, menegur kita ketika kita salah, dan menasihati kita kepada kebenaran dan mencegah kita dari keses...

17 Pantangan Lisan: Bicara yang Baik Saja!

RISALAH Islam memerintahkan kaum Muslim agar menjaga lisan (lidah). Gunakan lisan untuk berbicara hal-hal yang baik saja, atau lebih baik diam. Islam memberikan perhatian khusus tentang lisan. Allah SWT dan Rasul-Nya membimbing kita agar hanya mengeluarkan ucapan atau pembicaraan yang baik-baik saja dan bermanfaat. Islam melarang umatnya berkata buruk, keji, bergunjing,  dan sebagainya.  “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk” (HR. Bukhari dan Al Hakim). 17 Pantangan Lisan Setidaknya, ada 17 hadits Nabi Saw yang memberi kita bimbingan agar menjaga lisan atau ucapan, sebagaimana dikemukakan Dr. Muhammad Faiz Almath dalam  1100 Hadits Terpilih ( Gema Insani Press): 1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari) 2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga....

Tawakal Sempurnakan Doa dan Ikhtiar

Image
Tawakal adalah sikap pasrah diri kepada kehendak Allah atau percaya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. Tawakal (bahasa Arab: توكُÙ„‎) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam konsep risalah Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut: "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram." PERINTAH ALLAH SWT Tawakal merupakan perintah Allah Swt. “ Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. 8:61). "Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. 8 : 49). TAWAKAL SEMPURNAKAN DOA DAN IKHT...

Hukum Gosip dalam Islam (Ghibah)

Image
Gosip, bergunjing, atau membicarakan aib/kejelekan orang lain dalam Islam disebut ghibah. Ghibah dilarang dalam Islam. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah, terdapat percakapan sahabat dengan Rasulullah Saw. “Apakah ghibah itu?” tanya seorang sahabat. “Ghibah adalah memberitahu kejelekan orang lain!” jawab Rasul. “Kalau keadaaannya memang benar?” tanya sahabat lagi. ”Jika benar itulah ghibah, jika tidak benar itulah dusta!” tegas Rasulullah. “Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.” (HR. Muslim). Orang yang suka gosip atau ghibah diibaratkan seperti “memakan bangkai saudaranya sendiri” sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Quran: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggun...

Cara Menjawab "Apa Kabar" Menurut Islam

Image
JIKA kita ditanya teman, "Apak Kabar?", maka biasanya kita menjawab "Kabar Baik". Padahal, menjawab pertanyaan "Apa Kabar" menurut Islam tidak cukup dengan "Kabar Baik", tapi harus ditambah dengan "Hamdalah" (Alhamdilillah) sebagai ungkapan syukur. Kisah berikut ini menunjukkan bagaimana cara menjawab "apa kabar" menurut Islam. Ishak bin Abdullah bin Abi Thalhah menceritakan, pada suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Rasulullah Saw. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Rasul kepada orang itu. "Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah untukmu, wahai Nabi!" jawab orang itu. Mendengar jawaban tersebut, Rasul lalu mendoakannya. Pada hari selanjutnya, orang tersebut kembali datang menemui Rasul. Seperti pada pertemuan pertama, Rasul pun menanyakan keadaannya. "Bagaimana keadaanmu?" "Baik," jawab orang tersebut pendek. Rasul hanya diam mendengar jawaban itu. Maka, dengan nada heran o...

Cara Mengatasi Rasa Sedih - Obat Kesedihan

Image
Kehidupan manusia tidak selamanya bahagia sehingga tidak lepas dari kesedihan, kesusahan, dan kesempitan. Setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi dan mendapatkan obat kesedihan. Orang-orang beriman atau kaum Muslim memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan kesedihan, sesuai dengan tuntunan Islam. Cara Mengatasi Rasa Sedih - Obat Kesedihan Obat kesedihan menurut ajaran Islam antara lain sebagai berikut: 1. Meyakini bahwa kesedihan dan kesusahan itu taqdir oleh Allah. Dengan keyakinan itu, maka tenanglah hati kita dan lapanglah dada kita. 2. Berdo’a dengan doa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam menghadapi kesedihan. Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Mas’ud r.a. , Nabi Saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia berdo’a 'Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tangan-Mu, berlaku kepadaku hukum-Mu, adil atasku Qadha-Mu (keputusan-Mu), aku meminta kepad...