Posts

Showing posts with the label Ramadhan

Hukum Zakat Fitrah dengan Uang

Image
Bagaimana Hukum Zakat Fitrah dengan Uang? Bolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang? Apakah harus memberikan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok beras? DEMIKIAN pertanyaan yang selalu muncul tiap kali umat Islam memasuki hari-hari akhir bulan Ramadhan. Jelang Idul Fitri, seluruh umat Islam --anaka-anak hingga orang dewasa-- wajib membayar zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa (shaum). Berbagai literatur menjelaskan, ada dua pendapat dalam hal bentuk zakat fitrah yakni Boleh dengan Uang Tidak Boleh dengan Uang --Harus berupa Makanan Pokok (Beras) Ringkasnya: Zakat Fitrah boleh dalam bentuk beras dan uang. Artinya, dua-duanya boleh. Detailnya, dalam hal Hukum Zakat Fitrah dengan Uang, ada dua pendapat: Boleh. Sebagian ulama membolehkan, bahkan dalam konteks kekinian, zakat fitrah dengan uang lebih bermanfaat atau lebih dibutuhkan mustahiq (fakir-miskin), apalagi di Indonesia sudah ada program beras miskin (raskin), yang artinya kaum fakir-miskin sudah ada beras dan m...

Shalat Witir, Apakah Harus Sekaligus 3 Rokaat atau Boleh 2 Rakaat + 1 Rakaat?

Image
Shalat Witir, Apakah Harus 3 Rokaat Sekaligus atau Boleh 2 Rakaat + 1 Rakaat? TANYA: Tata cara shalat witir 3 rakaat yang saya lakukan adalah 2 rakaat satu salam lalu 1 rakaat dan salam, apakah itu benar? Ada juga yang menyebutkan 3 rakaat disekaliguskan itu tidak boleh, ada juga yang membolehkan, yang mana yang benar? JAWAB :  Dari berbagai hadits dapat disimpulkan, Nabi Muhammad Saw mencontohkan, shalat witir itu dilakukan sekaligus, satu rakaat atau tiga rokaat. Jika tiga rokaat, tidak "dicicil" dua rokaat dulu, salam, lalu shalat lagi satu rokaat. Yang jelas, witir adalah shalat sunat dengan jumlah rokaat ganjil, bisa satu rakaat saja, bisa juga tiga rokaat sekali salam. Berikut ini sejumlah hadits tentang shalat malam Rasulullah Saw, termasuk shalat witir, sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Fiqh Sunnah . Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan, "Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Beliau pun melaksanaka...

Tips Meraih Malam Lailatul Qodar

Image
Lailatul Qadar adalah Malam Penuh Keberkahan dan Kemuliaan. Bagaimana cara meraih malam Lailatul Qodar? LAILATUL Qodar adalah sebutan bagi suatu malam penuh keberkahan dan kemuliaan yang hanya terjadi di bulan Ramadhan . Orang yang mengalami atau mendapatkan malam Lailatul Qodar, dijamin oleh Allah SWT akan mendapatkan ampunan segala dosa dan hidupnya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apa sebenarnya Malam Lailatul Qodar? Kapan terjadinya Lailatul Qadar? Bagaimana cara mendapatkannya? Pengertian Lailatul Qodar Secara harfiyah ‘Lailatul Qodar’ artinya “malam ukuran” atau ”malam penetapan”. Secara istilah, para ulama memaknai Lailatul Qodar dengan sebutan "malam yang agung" atau "malam yang mulia". Ada juga pendapat, Lailatul Qodar artinya ”Malam Penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia”. Keberadaan Lailatul Qodar ditegaskan dalam Al-Quran. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَ...

Keluar Air Madzi Apakah Membatalkan Puasa?

Image
Keluar Air Madzi Apakah Membatalkan Puasa? TANYA: Asswrb, apakah keluar air madzi karena berpikiran jorok membatalkan puasa Ramadhan? Mohon penjelasannya, wassalam. 02295056XXX JAWAB : Ada perbedaan pendapat tentang apakah madzi membatalkan puasa atau tidak. Madzi adalah cairan yang keluar karena syahwat dan bukan mani. Pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat yang mengatakan bahwa keluarnya madzi tidak membatalkan puasa karena tidak ada dalil yang shahih dan jelas yang menunjukkan batalnya puasa karena keluar madzi. Pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Taimiyah dan dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin dalam kitab “Asy syarhul mumti” . Namun demikian, saat berpuasa, jauhilah berpikiran jorok atau mengikuti syahwat. Bukankah justru berpuasa melatih pengendalian hawa nafsu? Wallahu a’lam. *

Apakah Menelan Ludah (Air Liur) Batalkan Puasa?

Image
TANYA: Apakah Menelan Ludah atau Air Liur membatalkan Puasa? Banyak orang meludah terus saat puasa Ramadhan karena takut batal kalau ditelan. JAWAB: Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah menjelaskan, menelan air ludah termasuk hal-hal yang dibolehkan ketika puasa. "Demikian pula, dibolehkan untuk menelan benda-benda yang tidak mungkin bisa dihindari. Seperti menelan ludah, debu-debu jalanan, taburan tepung, atau dedak…” (Fiqh Sunnah, 1:342). Hal senada ditemukan dalam kumpulan Fatwa Ulama Arab Saudi, Fatwa Lajnah Daimah. Menelan ludah tiadk membatalkan puasa. "Menelan ludah tidak membatalkan puasa, meskipun banyak atau sering dilakukan ketika di masjid dan tempat-tempat lainnya. Akan tetapi, jika berupa dahak yang kental maka sebaiknya tidak ditelan, tetapi diludahkan/dibuang" ( Fatwa Lajnah Daimah , volume 10, hlm. 270) Ustadz Subki Al-Bugury turut menegaskan, menelan air ludah tidak membatalkan puasa. Pasalnya, kegiatan itu dikategorikan sebagai kebiasaan manu...

Ucapan Selamat Idul Fitri Sesuai Sunnah Rasulullah Saw

Image
Ucapan Selamat Idul Fitri Sesuai Sunnah Rasulullah Saw dan Para Sahabat BAGAIMANA ucapan selamat lebaran atau selamat Idul Fitri yang sesuai dengan sunnah Rasul? Menurut berbagai hadits, ucapan yang biasa dikemukakan para sahabat adalah Taqobbalalloohu minnaa waminkum yang artinya "semoga Allah menerima ibadah kita". Maka, karena itu sebuah doa, saat kita menerima ucapan tersebut saat lebaran/Idul Fitri, maka jawaban yang tepat adalah bukan "sama-sama", tapi "amin" atau "taqobbal ya karim" (terimalah doa kami Wahai Dzat Yang Mahamulia). Dari Jubair bin Nufair, ia berkata, bahwa jika para sahabat Rasulullah Saw berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Disebutkan dalam kitab Fathul Bari karya  Ibnu Hajar Atsqolani , "Diriwayatkan kepada kami dalam Al-Muhamiliyat dengan sanad yang baik dari Jubair bin Nufair b...

Di Mana Sebaiknya Membayar Zakat Fitrah?

Image
TANYA: Di mana kita sebaiknya membayar zakat fitrah? Apakah bagusnya dibayarkan di tempat kerja, tempat tinggal (sekitar rumah), di kampung halaman, atau di mana?   JAWAB: Tidak ada nash atau dalil yang menyebutkan zakat fitrah harus dibayar di mana. Tidak ada juga dalil yang mengharuskan setiap Muslim zakat fitrah di tempat tinggal sekarang, di kampung, atau negara asal. Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan di mana saja, selama dilakukan dengan tata cara yang benar serta disalurkan kepada orang yang benar-benar berhak untuk menerimanya (fakir-miskin). Zakat Fitrah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap ummat Islam yang lahir di dunia secara perseorangan, mulai dari bayi yang baru lahir hingga orang yang sudah tua renta yang dilaksanakan menjelang Iedul Fitri di bulan Ramadan. Hadits-hadits tentang Zakat Fitrah hanya menegaskan keharusan bayar zakat fitrah, besaran (jumlah), dan waktunya. "Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah satu sha' kurma atau gandum ...

Pengertian & Tatacara I'tikaf Ramadhan

Image
I'tikaf adalah cara terbaik mendapatkan malam Lailatul Qodar. Tujuan itikaf adalah fokus ibadah guna meraih rahmat dan ampunan Allah SWT di akhir Ramadhan. I'TIKAF (Arab: اعتكاف ) secara bahasa berarti menetap pada sesuatu, menghalangi diri, atau mengurung diri. Secara syar’i atau maknawi, i’tikaf berarti menetap atau diam di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat untuk fokus ibadah --shalat, dzikir, membaca Al Qur’an, dll. Tujuan I'tikaf Orang yang beri'tikaf disebut Mutakif . I'tikaf bertujuan utama mendapatkan malam Lailatul Qodar dengan fokus beribadah kepada Allah SWT dan menjauhkan diri dari urusan duniawi. "Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim) "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari) Hukum I'tikaf: Sunah   I’tikaf itu hukumnya sunnah, bukan wajib, kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya ber...

Qiyamullail Rasul, Seperti Apa?

Image
TANYA: Sebenarnya Qiyamul Lail yang dicontohkan Rasulullah Saw itu, khususnya bulan Ramadhan, seperti apa? JAWAB : Qiyamul Lail adalah mendirikan malam. Maksudnya, mengisi waktu malam dengan beribadah kepada Allah SWT, khususnya dengan shalat sunat (shalat malam/tahajid). Bagaimana Qiyamulil Nabi Muhammad Saw, khususnya bulan Ramadhan? Kiranya, dua hadits shahih berikut ini cukup menggambarkan Qiyamul Lail atau Shalat Malam Rasulullah Saw, khususnya pada bulan Ramadhan. Diriwayatkan dari Zaid bin Kholid al-Juhani: “Sesungguhnya aku melihat Rasulullah Saw melakukan shalat malam, maka beliau memulai dengan shalat 2 rakaat yang ringan, lalu shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang sekali, lalu shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, lalu shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat...

Jumlah Rokaat Shalat Tarawih

Image
Jumlah Rokaat Shalat Tarawih Berapa rokaat sebenarnya kita harus sholat taraweh? Apakah 8 atau 20 rokaat yang benar? JAWAB : Jumlah rakaat  dalam shalat malam bulan Ramadhan/shalat tarawih boleh 8, 20, bahkan 36, 38, dan 40 rakaat plus shalat witir 3 rakaat, bergantung pada kesanggupan dan tidak usah dipertentangkan. Dalil paling masyhur (populer) adalah Rasulullah Saw shalat tarawih 8 rakaat plus 3 rakaat shalat witir (shalat penutup), sebagaimana hadist riwayat A’isyah (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat. Khusus rakaat shalat tarawih, ada juga yang mengatakan 36 rakaat plus 3 witir, ini diriwayatkan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ada juga yang meriwayatkan 41 rakaat. Bahkan ada yang meriwayatkan 40 rakaat plus 7 rakaat witir. Riwayat dari imam Malik, beliau melaksanakan 36 ra...

Tujuh Keutamaan Ramadhan

Image
RAMADHAN adalah bulan istimewa. Salah satu keutamaannya adalah tiada nama bulan yang disebutkan dalam Al-Quran kecuali Ramadhan. (QS Al-Baqarah 2:184). Ramadhan adalah bulan Al-Quran (Syahrul Quran). Pada bulan inilah wahyu pertama diturunkan. Ramadhan juga bulan Allah (Syahrullah). Pada bulan inilah kaum mukmin beribadah yang langsung ditujukan untuk Allah SWT dan Dia yang langsung membalasnya. Ramadhan adalah waktu umat Islam melaksanakan Rukun Islam keempat, yakni puasa (shaum). Sebuah ibadah khusus dengan pahala kebaikan yang khusus pula. Tujuh Keutamaan Ramadhan Setidaknya ada tujuh keutamaan bulan Ramadhan: Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu (HR An-Nasa'i). Keimanan kita yang meningkat, bertambah, dan bersemangat dalam ibadah selama Ramadhan yang menjadikan hal itu terjadi. Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali l...

Tujuh Pahala Puasa

Image
Tujuh Pahala Puasa Ramadhan Puasa (shaum) Ramadhan sungguh mengandung berkah yang tak terhingga. Puasa satu-satunya ibadah yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan diri sendiri.  Puasa pun untuk Allah dan Dia langsung yang memberikan pahala atau kebaikan bagi orang yang berpuasa.  Setidaknya ada tujuh pahala bagi orang berpuasa: 1. PENEBUS DOSA  “Shalat lima waktu, hari jumat dengan jumat yang lainnya dan antara Ramadhan dengan Ramadhan lainnya, adalah sebagai penebus dosa selama tidak berbuat dosa besar.” (HR. Muslim). 2. PEMBERI SYAFAAT “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata: “Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat di waktu siang, karenanya perkenankanlah aku untuk memberikan syafaat kepadanya”. Al-Qur’an berkata: “Saya telah melarangnya dari tidur di malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya. Beliau bersabda, ”Maka syafaat keduanya diperkena...

Risalah Puasa Ramadhan

Image
PUASA Ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat, setelah syahadat, shalat, dan zakat dan sebelum haji. Risalah puasa Ramadhan dalam Islam diperintahkan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah:185: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah : 185). Tafsir Ayat : 185 { شَهْرُ...

Jadwal Puasa Ramadhan 1435 H / 2014 M

Image
Jadwal Puasa Ramadhan 1435 H / 2014 M atau Jadwal Imsakiyah Ramadhan untuk seluruh daerah di Indonesia bisa dilihat dan didownload di situs Rukyatul Hilal . Panduan download dan sebagainya tersedia di sana. Kita tinggal pilih jadwal untuk daerah atau kota kita, dengan mengaktifkan atau memilih kota di bawah jadwal yang tertera. Jadwal Puasa untuk Daerah Kota Bandung Rmd  Tgl  Imsak Subuh Terbit Dhuha Zuhur Ashar Magrib Isya'   1 29 Juni 04:30 04:40 05:59 06:22 11:55 15:17 17:47 19:02  2 30 Juni 04:30 04:40 05:59 06:22 11:55 15:17 17:47 19:02  3 1 Juli 04:30 04:40 06:00 06:23 11:55 15:17 17:47 19:02  4 2 Juli 04:30 04:40 06:00 06:23 11:56 15:17 17:48 19:02  5 3 Juli 04:30 04:40 06:00 06:23 11:56 15:17 17:48 19:02  6 4 Juli 04:31 04:41 06:00 06:23 11:56 15:18 17:48 19:03  7 5 Juli 04:31 04:41 06:00 06:23 11:56 15:18 17:48 19:03  8 6 Juli 04:31 04:41 06:00 06:23 11:56 15:18 17:48 19:03  9 7...