Posts

Showing posts with the label Ibadah

Makmum Sempat Ikut Ruku Bersama Imam, Apakah Dihitung Satu Rakaat?

Image
TANYA: Dalam sebuah shalat berjamaah, seorang makmum tidak sempat membaca doa iftitah dan Al-Fatihah, karena imam sudah takbir untuk ruku'. Makmum tadi langsung mengikuti imam untuk ruku’, apakah itu akan dihitung satu rakaat/tidak? Dalam kasus lain, makmum datang ke masjid. Didapatinya jamaah sedang ruku' bersama Imam, lalu makmum tadi takbiratul ihram sebagai tanda mulai shalat, lalu langsung ikut ruku', apakah dihitung mendapatkan satu rakaat bersama imam? JAWAB: Jawaban ringkasnya: ya, makmum tersebut mendapatkan satu rokaat. Jika yang dimaksud adalah rokaat pertama, maka ia harus turut ikut salam atau mengakhiri shoalat bersama imam dan makmum lain yang shalat sejak awal bersama imam Berbagai keterangan menyebutkan demikian. Seorang makmum yang sempat mengikuti ruku’ bersama imam, maka itu dihitung satu rakaat, meskipun dia tidak sempat membaca Al-Fatihah. Bila seorang makmum datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan mendapati imam dalam keadaan ruku’ bersama makmum...

Media Sosial Bisa Membuat Stres & Hilang Pahala Ibadah

Image
Dampak Buruk Media Sosial: Stress, Hilang Pahala Ibadah (Riya), dan 'Ujub. MEDIA SOSIAL , termasuk Facebook , Twitter , dan Instagram , bisa membuat seseorang stress dan resah, bahkan mengalami gangguan jiwa. Dalam perspektif Islam, media sosial bahkan bisa menggugurkan pahala ibadah atau kebaikan, karena status media sosial bisa menimbulkan pamer amal ingin dipuji orang lain ( riya' ), juga potensial membuat ujub, takabur, atau berbangga diri yang dilarang Islam. Media sosial memang banyak manfaatnya, namun madoratnya pun 'gak ketulungan. Berikut ini ulasan ringkas tentang bahaya atau dampak buruk media sosial bagi kesehatan jiwa dan ibadah sebagai Muslim. Bahaya Media Sosial bagi Kesehatan Jiwa Menurut  seorang psikiatri, Dr Anjali Chhabria, terlalu terlibat dan aktif di media sosial bisa mengundang pikiran yang resah, labil, dan emosi yang tidak seimbang. “Semakin banyak teman Anda di media sosial, maka rasa penasaran dan kompetisi terhadap kehidupan mereka semakin tingg...

Tips Sholat Khusyu’

Image
Kunci utama shalat khyusu' adalah kita mengerti atau memahami yang kita ucapkan selama shalat. Maka, mari pahami bacaan shalat, mulai takbir hingga salam. SHALAT Khusyu' adalah sholat yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, fokus, dan menyadari sepenuhnya bahwa saat shalat kita sedang berhadapan dengan Allah SWT. Khusyu' itu pekerjaan hati. Ali bin Abi Thalib ra meriwayatkan, Rasululullah Saw bersabda: "Khusyu' itu berada dalam hati" (HR. Hakim). Berikut ini sebagian kiat menggapai sholat khusyu: PAHAMI BACAAN SHOLAT Ini kunci sholat khusyu’. Anda akan benar-benar merasakan ’kehadiran’ Allah Swt jika memahami semua bacaan sholat, mulai takbir hingga salam. Kita akan sadar betul, seluruh keperluan hidup kita sudah kita panjatkan pemenuhannya kepada Allah saat sholat, mulai ampunan hingga berkah, mulai hidayah hingga rezeki. Jika kita tidak memahami bacaan sholat, kita ’mengigau’ atau seperti burung beo, berkata tapi tidak mengerti perkataan sendiri. Memahami ba...

Bersentuhan dengan Istri, Batal Wudhu?

Image
Bagaimana kalau kita sudah berwudhu' ( wudu'/wudlu' ) atau bersuci dari hadats kecil, lalu bersentuhan dengan istri sendiri, apakah batal wudhunya? JAWAB : Para ulama berbeda pendapat tentang masalah hukum bersentuhan kulit antara lelaki dengan wanita ajnabi (asing) --termasuk istrinya-  termasuk di antara pembatal wudhu atau bukan. Ringkasnya, ada tiga pendapat: 1. Batal. 2. Tidak Batal. 3. Batal jika disertai syahwat. Sumber perbedaan pendapat ( khilafiyah ) ini dikarenakan perbedaan penafsiran di kalangan ulama terhadap ayat yang berbunyi :   Ø£َÙˆْ لاَÙ…َسْتُÙ… النِّسَآءَ   “Atau kalian menyentuh wanita” (QS. An-Nisa:43), tepatnya makna lafadz ‘al-lams’ (menyentuh). 1. Tidak Membatalkan Wudhu Ulama yang menyatakan bersentuhan dengan istri (wanita) tidak membatalkan wudhu', menafsirkan lafadz “menyentuh wanita” ( laa mastumun nisaa ) dalam ayat tersebut adalah bahasa majasi (kiasan), yakni berarti jima’ (berhubungan badan). Menurut mereka, yang membatalkan wudhu itu...

Apakah Rasulullah Sholat Dhuha Tiap Hari?

Image
TANYA: Apakah Rasulullah melakukan sholat sunat Dhuha tiap hari? JAWAB: Tidak. Belum ditemukan keterangan atau riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw medawamkan  atau membiasakan shalat sunah Dhuha setiap hari. Hanya disebutkan, Rasulullah Saw  sering   melaksanakan Shalat Dhuha dan hukum shalat dhuha ini “ sunah muakkadah ” (sunah yang sangat dianjurkan). Mu’adzah berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: “Apakah Rasulullah Saw sering mengerjakan shalat dhuha?” Ia menjawab: “Tentu, beliau sering mengerjakan shalat dhuha empat rakaat, bahkan lebih dari itu, seluang waktu yang diberikan Allah Ta'ala ” (HR. Muslim). Abdullah bin Syaqiq pernah bertanya kepada Aisyah r.a. : "Apakah Rasulullah SAW melaksanakan sholat dhuha ?" Ia menjawab: "Tidak, kecuali jika beliau pulang dari berpergian " (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, An-Nasa'i). Dari Ka’ab bin Malik r.a., " Rasulullah SAW bila datang dari berpergian, beliau datang ke masjid dan melaksa...

Hukum Berdoa di Facebook dan Twitter

Image
Hukum Berdoa di Facebook dan Twitter KEHADIRAN  media sosial bukan saja mengubah gaya hidup dan komunikasi, tapi juga gaya berdoa. Kini banyak Facebooker (pengguna Facebook) dan Tweeps (pengguna twitter) yang berdoa di status FB dan Twitternya. "Ya Allah..." dan "Ya Rab...." demikian mereka menulis. Apa niat mereka menuliskan doanya di Facebook? Wallahu a'lam. Tapi mungkin, ingin diaminkan oleh teman-temannya. Masalahnya, berdoa hanya untuk Allah dan tidak usah dipertontonkan kepada orang lain. Berdoa harus ikhlas, hanya kepada Allah, tidak boleh ada unsur riya' atau ingin dipuji orang lain. Kita khawatir, seseorang menulis doanya di Facebook/Twitter, justru ada niatan "show", pamer, sehingga jatuh ke jurang riya' (syirik kecil). "Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku."  (QS. Yusuf: 86). "Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan terkabul. Dan ketahuilah bahwa Allah...

Hukum Mengucapkan Niat Shalat - Usholi

Image
Hukum Melafadzkan atau mengucapkan  niat shalat (usholi) Apakah ketika hendak sholat niat itu tdk perlu di lafadz kan sm sekali baik dimulut/dihati, atau di lafadz kan tapi di dlm hati saja? Wassalam. 02295056XXX JAWAB : Niat itu tempatnya di hati, bukan di lisan. Niat itu pekerjaan hati ( amaliah qalbiyah ). Namun, diucapkan juga boleh untuk menegaskan, namun harap diingat atau disadari betul, melafadzkan niat itu bukan bagian dari shalat. Mayoritas ulama mengatakan: melafadzkan niat itu tidak wajib juga tidak juga dianjurkan, hanya boleh ( mubah ). Shalat dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Jadi, niatnya boleh diucapkan, boleh juga tidak. Dalam  Qaul Mubin fi Akhta’ al-Mushallin  hlm. 95 disebutkan: “Mengucapkan niat dengan suara keras hukumnya tidaklah wajib tidak pula dianjurkan berdasarkan kesepakatan seluruh ulama. Bahkan, orang yang melakukannya dinilai sebagai orang yang membuat “kreasi” dalam agama yang menyelisihi syariat. Jika ada orang yang melaku...

Pengertian Ikhlas dalam Ibadah

Image
Pengertian Ikhlas dalam Ibadah merupakan paduan ibadah dan akhlak atau syariat dan tasawuf. Ibadah adalah pelaksanan syariat Islam. Tasawuf adalah akhlak atau moralitas Islami. Ikhlas artinya tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan apa pun kepada selain Allah SWT. Mengerjakan sesuatu hanya mengharapkan ridho Allah SWT, tidak mengharapkan apa pun selainnya dan kepada selain-Nya, itulah ikhlas. Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT, selain ilmu dan sesuai dengan sunah Rasulullah Saw. Ikhlas: Amalan Hati Ikhlas adalah amalan hati ( 'amaliyah qolbiyah ). Orang yang ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT, tidak berharap pujian atau penghargaan dari manusia, bahkan amal ibadahnya ia sembunyikan agar tidak diketahui manusia. "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yunus:105). “Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari r...

Delapan Perhiasan Amal yang Wajib Dipelihara

PERHIASAN adalah sesuatu yang menyenangkan. Dalam amal kebaikan juga perhiasan yang tidak boleh lepas, bukan saja agar amal itu indah, tapi juga diterima oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan. Setidaknya ada delapan perhiasan amal yang wajib ada dalam setiap amal kebaikan. Kedelaan perhiasan amal ini dikemukakan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., sahabat terdekat Nabi Saw dan pembela terkemuka dakwah risalah Islam. Abu Bakar berkata, ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara yang lain, yaitu: Memelihara diri dari meminta-minta merupakan perhiasan bagi kefakiran. Bersyukur kepada Allah SWT merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikan-Nya. Sabar adalah perhiasan bagi musibah. Tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab (keturunan). Santun adalah perhiasan bagi ilmu. Rendah hati adalah perhiasan bagi seorang pelajar. Tidak menyebut-nyebut pemberian merupakan perhiasan bagi kebaikan. Khusyu' adalah perhiasan bagi shalat. Ra...

Sulitnya Memberantas Bid'ah di Kalangan Umat Islam

Memberantas amal perbuatan bid'ah di kalangan umat Islam sangatlah sulit. Bahkan, lebih sulit daripada menghapus kemaksiatan. Masalahnya, pelaku bid'ah (ahlul bid'ah) merasa yang dilakukannya baik dan benar, dan selalu punya argumen (alasan) untuk membenarkan amalan bid'ahnya. Alasan yang paling sering dikemukakan oleh ahli bid'ah adalah bahwa amalannya termasuk BID'AH HASANAH, bid'ah yang baik. Padahal, sudah jelas sabda Nabi Saw bahwa "SELURUH BID'AH ITU SESAT". “Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676). Seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’i berkata mengenai maksud bid’ah itu sesat,  “Yang dimaksud setiap bid’ah itu sesat adalah setiap amalan yang dibuat-buat dan tidak ada dalil pendukung baik dalil khusus atau umum” (Fathul Bari , 13: 254). Ibnu Rajab dari madzhab Hambali juga mengatakan, “Setiap yang...

Ketentuan Shalat Jama’-Qoshor

Image
Adanya ketentuan shalat Jama’ dan Qoshor merupakan salah satu rahmat (kasih sayang) Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, juga menunjukkan betapa luwes (fleksibel) dan mudahnya ajaran Islam itu. Islam tidak kaku, tidak rigid. Shalat Jama’ yaitu menggabungkan dua waktu shalat dalam satu waktu, yakni Shalat Dhuhur dengan Ashar atau Maghrib dan Isya’. Shalat Qoshor yaitu meringkas rakaat dari empat menjadi dua. Shalat Qoshor tidak berlaku bagi shalat Magrib dan Subuh. Zhuhur, Ashar, dan Isya jadi dua rakaat; Maghrib tetap tiga rakaat, Subuh tetap dua rakaat. Syarat Shalat Jama’ 1. Uzur, seperti sakit dan hujan lebat 2. Ada keperluan mendesak (darurat) 3. Musafir, menempuh perjalanan jauh, keluar kota, atau meninggalkan kampung halaman. Soal jarak tidak ada ketetapan dari Rasul, namun para ulama menyebutkan jarak lebih dari 15 Km, 25, Km, 81 km, 88 Km, dan antara 80-90 Km, juga tiga mil. Tinggal di luar kampung halaman untuk sementara, boleh Jama’. Rasulullah Saw pernah mengakhirkan shola...

Hukum Mengucapkan Alaihissalam dalam Shalat Berjamaah

Image
Hukum Mengucapkan Alaihissalam Ketika Imam Shalat Membaca Surat Al-A'la dalam Shalat Berjamaah. DALAM  sholat berjamaah, ketika imam selesai membaca Quran Surat Al-A'la, banyak (atau kebanyakan?) makmum mengucapkan “alaihis salam” yang ditujukan kepada dua nama nabi yang disebut dalam akhir ayat tersebut:  Ibrohima wa Musa. Mestinya, bacaannya bukan  'alaihis salam , tapi  'alaihimas salaam  (atas keduanya kesejahteraan, yaitu Nabi Ibrahim dan Musa seperti akhir surat tersebut) karena akhir surat Al-A'laa itu berbunyi: '' Shuhufi Ibroohiima wa Muusaa ''. Sejauh ini  belum ditemukan satu dalil pun  yang menyebutkan Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan hal demikian --mengucapkan 'alaihimassalam setiap imam shalat selesai membaca QS. Al-A'la. Tidak didapati keterangan, apabila imam membaca ayat yang ada nama para nabi disebut, makmum mengucapkan 'alaihissalam. Hukum Mengucapkan 'Alaihis Salam untuk QS Al-A'la Ada dua pendapat di...

Keutamaan Puasa Asyuro Bulan Muharam

Image
Keutamaan Puasa Asyuro Bulan Muharam . Sesungguhnya bulan Allah Muharram adalah bulan yang agung lagi penuh berkah. Ia adalah bulan pertama ditahun Hijriah dan salah satu bulan haram (yang disucikan). Kezaliman pada bulan-bulan haram adalah lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezaliman pada bulan-bulan lainnya. Meskipun kezaliman dalam setiap keadaan tidak diperkenankan, akan tetapi Allah menjadikan lebih besar suatu perkara sesuai kehendak-Nya. Berikut ini Keutamaan Bulan Muharram dan Puasa Asyuro sebagaimana disusun dalam Fatwa Puasa Asyuro oleh Dewan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Sesungguhnya bulan Allah Muharram adalah bulan yang agung lagi penuh berkah. Ia adalah bulan pertama ditahun hijriah dan salah satu bulan haram (yang disucikan). Yang disebut Allah SWT dalam firman-Nya: "Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) aga...

Hadits Palsu tentang Pahala Puasa Bulan Muharram

Image
BULAN Muharram termasuk bulan istimewa. Di bulan ini ada puasa sunah, yaitu puasa Asyuro tanggal 10 Muharram . Namun, kaum Muslim harus hati-hati karena setidaknya ada empat hadits palsu dan lemah tentang pahala puasa bulan Muharram. HADITS PERTAMA “Barangsiapa berpuasa pada hari Arofah maka puasa itu akan menghapuskan (dosa-dosa) selama dua tahun. Dan barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Muharram maka baginya dari setiap hari (bagaikan berpuasa) 30 hari”.  (HR. Ath-Thobaroni dalam Al-Mu’jam Ash-Shoghir ). Ini hadits Palsu ( Maudhu’ ). Menurut Syaikh Al-Albani, ini hadits palsu karena di dalam sanadnya ada dua orang perowi yang dikenal sebagai pendusta atau pemalsu hadits), yaitu Sallam Ath-Thowil dan Al-Haitsam bin Habib. HADITS KEDUA “Tidak ada satu hari pun yang memiliki keutamaan melebihi hari-hari yang lainnya dalam hal berpuasa kecuali bulan Ramadhan dan hari ‘Asyuro’”. (HR. Ath-Thobaroni). Hadits ini derajatnya Sangat Lemah ( dhoif jiddan )   karena di da...

Puasa Asyura - Puasa Bulan Muharam

Image
Bulan Muharram termasuk “bulan haram” atau bulan yang dimuliakan Allah SWT (QS. At Taubah: 36). Puasa Asyuro ada di bulan Muharam. "Setahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati. Yang tiga berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan (satunya adalah) Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari). “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Dari segi namanya, bulan ini dinamakan Muharram karena dia termasuk “bulan yang diharamkan” (dihormati). Pada bulan ini, tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka pun memuliakannya dengan berpuasa. Rasulullah Saw menetapkan puasa sunah tanggal 10 Muharram –dikenal dengan puasa Asyura’-- sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT. “Dari Ibu Abbas ra, ketika dat...

Sholat Khusyu’ Dimulai Sejak Wudhu'

Image
Sholat khusyu' adalah sholat yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, ikhlas, konsentrasi, dan merasakan berdialog langsung dengan Allah SWT.  Sholat khusyu' dimulai dari wudhu lahir dan wudhu batin. Ini dia tips sholat khusyu' dari ahli ibadah masa lalu. SEORANG salafusshalih (orang salih zaman dulu), Isam Bin Yusuf, dikenal sangat wara’ (hati-hati) dan khusyu’ dalam sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu’ dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik dalam beribadah. Suatu hari, Isam menghadiri majelis seorang ‘abid  (ahli ibadah) bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya Anda sholat?". Hatim berkata, "Jika masuk waktu sholat, aku berwudhu zhahir (lahir) dan batin." Isam bertanya, "Bagaimana wudhu zhahir dan batin itu?" Hatim berkata, "Wudhu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air. Wudhu batin ialah membasuh anggota ...

Hukum Akikah (Aqiqah)

Image
Akikah (aqiqah) adalah hewan yang disembelih untuk (ungkapan syukur kelahiran) anak. Mayoritas ulama mengatakan hukum akikah  sunah muakkad  (sunah yang sangat dianjurkan), jadi tidak wajib. Imam Asy-Syaukhani berkata dalam kitab  Nailul Authar : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya akikah dengan hadist Nabi Saw dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah Saw bersabda :  “Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi, maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”  (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad, dan Abdur Razaq, dan shahihkan oleh Al-Hakim). Ada juga ulama yang mewajibkan akikah dengan dalil hadits Nabi Saw dari Samurah r.a. Rasulullah Saw bersabda: “Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, disembelih aqiqah itu untuk dia (anak) pada hari ke tujuh dari kelahirannya, dia dicukur dan diberi nama.”  (HR. Ahmad dan al-Arba’ah yaitu, Abu Dawud, At Tirmidzi...

Lima Amalan Penghapus Dosa

Image
PEPATAH Arab mengatakan, manusia itu tempatnya salah dan lupa. Al-Insanu mahalul khotho wan nisyan. Karenanya, tidak ada manusia yang luput dari dosa. Allah SWT dengan Risalah Islam-Nya sangat memahami hal itu sehingga menunjukkan jalan tentang amalan penghapus dosa. Setidaknya ada lima amalan penghapus dosa alias mengundang ampunan dari Allah SWT atas dosa yang kita lakukan. 1. Amalan Penghapus Dosa: Taubat Nasuha.  Tobat yang sungguh-sungguh dan tidak mengulangi. “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan…” (QS. asy-Syura: 25). 2. Amalan Penghapus Dosa: Istighfar.  Memohon ampunan kepada Allah SWT. “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110). 3.  Amalan Penghapus Dosa:  Amal Kebaikan . “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya...