Posts

Showing posts from November, 2013

Hukum Mengucapkan Alaihissalam dalam Shalat Berjamaah

Image
Hukum Mengucapkan Alaihissalam Ketika Imam Shalat Membaca Surat Al-A'la dalam Shalat Berjamaah. DALAM  sholat berjamaah, ketika imam selesai membaca Quran Surat Al-A'la, banyak (atau kebanyakan?) makmum mengucapkan “alaihis salam” yang ditujukan kepada dua nama nabi yang disebut dalam akhir ayat tersebut:  Ibrohima wa Musa. Mestinya, bacaannya bukan  'alaihis salam , tapi  'alaihimas salaam  (atas keduanya kesejahteraan, yaitu Nabi Ibrahim dan Musa seperti akhir surat tersebut) karena akhir surat Al-A'laa itu berbunyi: '' Shuhufi Ibroohiima wa Muusaa ''. Sejauh ini  belum ditemukan satu dalil pun  yang menyebutkan Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan hal demikian --mengucapkan 'alaihimassalam setiap imam shalat selesai membaca QS. Al-A'la. Tidak didapati keterangan, apabila imam membaca ayat yang ada nama para nabi disebut, makmum mengucapkan 'alaihissalam. Hukum Mengucapkan 'Alaihis Salam untuk QS Al-A'la Ada dua pendapat di...

Bacaan Makmum dalam Shalat Berjamaah

Image
Apa saja yang harus dibaca makmum saat shalat berjamaah? Apakah makmum harus membaca Al-Fatihah setelah mengucapkan "amin" dalam shalat Magrib, Isya, dan Subuh? JAWAB : Dalam masalah bacaan makmum di belakang imam, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, semua bacaan imam merupakan bacaan makmum juga , sehingga makmum tidak perlu membaca apa-apa.  Ada juga yang mengharuskan makmum membaca Al-Fatihah saja, sedangkan bacaan ayat Al-Quran yang lain (setelah Fatihah) tidak tidak perlu dibaca, cukup dengan mendengarkan bacaan imam. Madzhab Maliki dan Hambali berpendapat, makmum harus membaca bacaan shalat di belakang imam pada shalat yang sirr (suara imam tidak dikeraskan), yaitu shalat Dzuhur dan Ashar, sedangkan pada shalat jahriyah (bacaan imam dikeraskan --Maghrib, Isya, Shubuh, Jumat, Id), makmum tidak harus membacanya.  Namun, bila pada shalat jahriyah itu makmum tidak dapat mendengar suara bacaan imam , maka makmum wajib membaca bacaan shalat. Dari Malik dari ...

Khotbah Jumat yang Efektif Gak Pake Lama

Image
KHOTBAH Jumat adalah bagian dari prosesi ibadah sholat Jumat kaum Muslim. Khotbah Jumat merupakan momentum bagi kaum Muslim atau jamaah Jumat untuk menambah wawasan keislaman sekaligus inspirasi dan motivasi peningkatan iman dan takwa. Khotbah Jumat juga momentum bagi para ulama atau ustadz untuk mendidik jamaah kaum Muslim agar lebih memahami ajaran Islam, sekaligus terus berusaha meningkatkan iman dan takwa. Namun, masih muncul keluhah di kalangan jamaah Jumat, yaitu khotbah yang lama, tema khotbah yang "basi" atau "itu-itu saja", dan "tidak fokus" alias suka melebar ("ngelantur") kemana-mana. Akibatnya, jamaah mengantuk, kesal, dan tidak bisa menerima materi nasihat yang disampaikan khotib. Ringkas Saja! Khotbah Jumat sama dengan ceramah, tepatnya monolog, karena selama khotbah berlangsung jamaah tidak boleh berbicara. Khotbah bagian dari prosesi ibadah shalat Jumat. Khotib pun tidak boleh "ngebodor" (humor) jika sedang khotbah, bed...

6 Hak dan Kewajiban Muslim atas Muslim Lainnya

Enam Hak dan Kewajiban Muslim atas Muslim Lainnya ini berdasarkan hadits Shahih Muslim. Rasulullah Saw bersabda: " "Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim). 1. Mengucapkan salam. Mengucapkan salam ( Assalamu'alaikum = semoga Anda berada dalam keselamatan  ) adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena dia merupakan penyebab tumbuhnya rasa cinta dan dekat di kalangan kaum muslimin sebagaimana dapat disaksikan dan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw: "Demi Allah tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu yang jik...

Percaya kepada Dunia Lain

Dunia Lain adalah dunia di luar lingkungan manusia. Dunia lain disebut juga Alam Gaib, yakni kehidupan yang tidak kasat mata, tidak terlihat oleh umat manusia, seperli Alam Kubur dan alam kehidupan jin dan setan, juga alam/kehidupan malaikat. Dalam perspekstif Risalah Islam, mempercayai Alam Ghaib termasuk Rukun Iman atau ciri orang beriman (mukim/muslim). “...dan mereka yang mengimani hal-hal ghaib…” (QS.  Al-Baqarah:3). Realisasi kepercayaan kepada adanya dunia lain atau alam gaib adalah keyakinan akan adanya malaikat penyampai wahyu (Jibril), pencatat amal baik dan buruk (Rakib Atid), penjaga surga dan neraka, dan sebagainya. Realisasi kepercayaan kepada adanya dunia lain atau alam gaib  juga dengan yakin akan adanya jin dan setan yang tidak bisa dilihat manusia, kecuali penampakkannya. Umat Islam wajib memandang setan sebagai musuh karena tugasnya menjerumuskan manusia ke jurang maksiat dan dosa. Jin ada yang beriman dan ada yang kafir. Umat Islam tidak boleh bersekutu den...

Cara Menyikapi Istri Cerewet: Teladan Umar bin Khattab

Image
DIRIWAYATKAN, suatu hari seorang laki-laki hendak mengadukan kelakuan istrinya yang cerewet (pemarah) kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ketika sudah sampai di depan rumah Amirul Mu’minin , laki-laki ini hanya menunggu di depan pintu. Kebetulan, sang tamu mendengar "ada keributan" di dalam rumah. Istri Umar bin Khattab rupanya sedang marah kepada suaminya. Namun, Khalifah Umar terdengar diam saja, tidak menaggapi kemarahan sang istri. Laki-laki itu pun mengurungkan niatnya mengadukan istrinya kepada Umar dan mulai beranjak hendak pulang. ”Jika keadaan Amirul Mu’minin saja seperti ini (istrinya "galak"), bagaimana dengan diriku?” gumamnya dalam hati. Si pria tadi hendak pulang, namun Umar keburu keluar rumah. Umar pun segera memanggilnya, ”Apa keperluanmu?” ”Wahai Amirul Mu’minin," jawab si pria, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.” ”Wahai saudaraku," jawab Umar deng...

17 Pantangan Lisan: Bicara yang Baik Saja!

RISALAH Islam memerintahkan kaum Muslim agar menjaga lisan (lidah). Gunakan lisan untuk berbicara hal-hal yang baik saja, atau lebih baik diam. Islam memberikan perhatian khusus tentang lisan. Allah SWT dan Rasul-Nya membimbing kita agar hanya mengeluarkan ucapan atau pembicaraan yang baik-baik saja dan bermanfaat. Islam melarang umatnya berkata buruk, keji, bergunjing,  dan sebagainya.  “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk” (HR. Bukhari dan Al Hakim). 17 Pantangan Lisan Setidaknya, ada 17 hadits Nabi Saw yang memberi kita bimbingan agar menjaga lisan atau ucapan, sebagaimana dikemukakan Dr. Muhammad Faiz Almath dalam  1100 Hadits Terpilih ( Gema Insani Press): 1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari) 2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga....

Tawakal Sempurnakan Doa dan Ikhtiar

Image
Tawakal adalah sikap pasrah diri kepada kehendak Allah atau percaya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. Tawakal (bahasa Arab: توكُÙ„‎) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam konsep risalah Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut: "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram." PERINTAH ALLAH SWT Tawakal merupakan perintah Allah Swt. “ Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. 8:61). "Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. 8 : 49). TAWAKAL SEMPURNAKAN DOA DAN IKHT...

Keutamaan Puasa Asyuro Bulan Muharam

Image
Keutamaan Puasa Asyuro Bulan Muharam . Sesungguhnya bulan Allah Muharram adalah bulan yang agung lagi penuh berkah. Ia adalah bulan pertama ditahun Hijriah dan salah satu bulan haram (yang disucikan). Kezaliman pada bulan-bulan haram adalah lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezaliman pada bulan-bulan lainnya. Meskipun kezaliman dalam setiap keadaan tidak diperkenankan, akan tetapi Allah menjadikan lebih besar suatu perkara sesuai kehendak-Nya. Berikut ini Keutamaan Bulan Muharram dan Puasa Asyuro sebagaimana disusun dalam Fatwa Puasa Asyuro oleh Dewan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Sesungguhnya bulan Allah Muharram adalah bulan yang agung lagi penuh berkah. Ia adalah bulan pertama ditahun hijriah dan salah satu bulan haram (yang disucikan). Yang disebut Allah SWT dalam firman-Nya: "Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) aga...

Hadits Palsu tentang Pahala Puasa Bulan Muharram

Image
BULAN Muharram termasuk bulan istimewa. Di bulan ini ada puasa sunah, yaitu puasa Asyuro tanggal 10 Muharram . Namun, kaum Muslim harus hati-hati karena setidaknya ada empat hadits palsu dan lemah tentang pahala puasa bulan Muharram. HADITS PERTAMA “Barangsiapa berpuasa pada hari Arofah maka puasa itu akan menghapuskan (dosa-dosa) selama dua tahun. Dan barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Muharram maka baginya dari setiap hari (bagaikan berpuasa) 30 hari”.  (HR. Ath-Thobaroni dalam Al-Mu’jam Ash-Shoghir ). Ini hadits Palsu ( Maudhu’ ). Menurut Syaikh Al-Albani, ini hadits palsu karena di dalam sanadnya ada dua orang perowi yang dikenal sebagai pendusta atau pemalsu hadits), yaitu Sallam Ath-Thowil dan Al-Haitsam bin Habib. HADITS KEDUA “Tidak ada satu hari pun yang memiliki keutamaan melebihi hari-hari yang lainnya dalam hal berpuasa kecuali bulan Ramadhan dan hari ‘Asyuro’”. (HR. Ath-Thobaroni). Hadits ini derajatnya Sangat Lemah ( dhoif jiddan )   karena di da...

Puasa Asyura - Puasa Bulan Muharam

Image
Bulan Muharram termasuk “bulan haram” atau bulan yang dimuliakan Allah SWT (QS. At Taubah: 36). Puasa Asyuro ada di bulan Muharam. "Setahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati. Yang tiga berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan (satunya adalah) Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari). “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Dari segi namanya, bulan ini dinamakan Muharram karena dia termasuk “bulan yang diharamkan” (dihormati). Pada bulan ini, tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka pun memuliakannya dengan berpuasa. Rasulullah Saw menetapkan puasa sunah tanggal 10 Muharram –dikenal dengan puasa Asyura’-- sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT. “Dari Ibu Abbas ra, ketika dat...

Hukum Bekerja di Diskotik dan Hotel

ISLAM melarang umatnya bekerja di bidang yang mengandung unsur kemaksiatan atau pelanggaran atas hukum Allah SWT, seperti melibatkan minuman keras, judi, riba, penipuan, perzinaan/prostitusi, pornografi, dan sebagainya. Jika hotel, diskotik, bioskop, atau tempat apa pun mengandung unsur kemaksiatan tersebut, jelas tergolong tempat yang haram bagi umat Islam untuk bekerja di sana. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi dalam Fatwa-Fatwa Kontemporer menegaskan, Islam mengharamkan  semua  bentuk  kerja  sama   atas   dosa   dan permusuhan,   dan  menganggap  setiap  orang  yang  membantu kemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya,  baik pertolongan   itu   dalam  bentuk  moril  ataupun  materiil, perbuatan ataupun  perkataan. "Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akanmembenamkan mereka dalam neraka." ...

Sholat Khusyu’ Dimulai Sejak Wudhu'

Image
Sholat khusyu' adalah sholat yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, ikhlas, konsentrasi, dan merasakan berdialog langsung dengan Allah SWT.  Sholat khusyu' dimulai dari wudhu lahir dan wudhu batin. Ini dia tips sholat khusyu' dari ahli ibadah masa lalu. SEORANG salafusshalih (orang salih zaman dulu), Isam Bin Yusuf, dikenal sangat wara’ (hati-hati) dan khusyu’ dalam sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu’ dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik dalam beribadah. Suatu hari, Isam menghadiri majelis seorang ‘abid  (ahli ibadah) bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya Anda sholat?". Hatim berkata, "Jika masuk waktu sholat, aku berwudhu zhahir (lahir) dan batin." Isam bertanya, "Bagaimana wudhu zhahir dan batin itu?" Hatim berkata, "Wudhu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air. Wudhu batin ialah membasuh anggota ...

Hukum Akikah (Aqiqah)

Image
Akikah (aqiqah) adalah hewan yang disembelih untuk (ungkapan syukur kelahiran) anak. Mayoritas ulama mengatakan hukum akikah  sunah muakkad  (sunah yang sangat dianjurkan), jadi tidak wajib. Imam Asy-Syaukhani berkata dalam kitab  Nailul Authar : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya akikah dengan hadist Nabi Saw dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah Saw bersabda :  “Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi, maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”  (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad, dan Abdur Razaq, dan shahihkan oleh Al-Hakim). Ada juga ulama yang mewajibkan akikah dengan dalil hadits Nabi Saw dari Samurah r.a. Rasulullah Saw bersabda: “Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, disembelih aqiqah itu untuk dia (anak) pada hari ke tujuh dari kelahirannya, dia dicukur dan diberi nama.”  (HR. Ahmad dan al-Arba’ah yaitu, Abu Dawud, At Tirmidzi...

Hukum Gosip dalam Islam (Ghibah)

Image
Gosip, bergunjing, atau membicarakan aib/kejelekan orang lain dalam Islam disebut ghibah. Ghibah dilarang dalam Islam. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah, terdapat percakapan sahabat dengan Rasulullah Saw. “Apakah ghibah itu?” tanya seorang sahabat. “Ghibah adalah memberitahu kejelekan orang lain!” jawab Rasul. “Kalau keadaaannya memang benar?” tanya sahabat lagi. ”Jika benar itulah ghibah, jika tidak benar itulah dusta!” tegas Rasulullah. “Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.” (HR. Muslim). Orang yang suka gosip atau ghibah diibaratkan seperti “memakan bangkai saudaranya sendiri” sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Quran: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggun...

Manusia tidak dapat melihat jin dalam bentuk yang asli

Assalamualaikum wr wb, saya mau tanya, apakah ada hadits yang menerangkan sperti ini: "jika ada seorang muslim yang mengatakan bahwa diriny telah mlihat jin, maka ia telah keluar dari Islam".  Jika ada, apakah shohih? Mohon penjelasannya karena penjelasan dari ustad akan sngat bermanfaat bagi saya pribadi dan umumnya masyarakat luas. trimaksih..Wassalam. JAWAB : Wa’alaikum salam wr. Wb. Jika ada orang mengaku melihat jin dalam bentuk aslinya, maka dipastikan ia berdusta, karena manusia tidak dapat melihat jin dalam bentuk yang asli. “Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu (Adam dan Hawa) dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan –kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi or...

Shalat Sunah Fajar = Qobliyah Subuh?

Image
Shalat Sunah Fajar sama dengan Qobliyah Subuh? Assalamu'alaikum wr.wb. Saya mau menanyakan perihal sholat fajar, apakah sholat fajar itu adalah sama dengan sholat qobliyah subuh ? mohon penjelasannya. JAWAB : Wa’alaikum salam wr. Wb. Ya, shalat fajar sama dengan shalat qobliyah Subuh. Hanya beda istilah. Qabliyah artinya sebelum. Qabliyah Subuh artinya shalat sunah yang dilakukan sebelum shalat Subuh. Karena shalat ini dilakukan pada waktu fajar, yaitu setelah adzan Subuh dan sebelum iqamat shalat Subuh, maka dinamakan Shalat Sunah Fajar. Jadi, shalat fajar itu adalah shalat sunnah qobliyah Shubuh. “Rasulullah tidak pernah demikian ulet melaksanakan sunnah sebagaimana keuletan beliau melaksanakan dua raka’at sebelum Shubuh” (HR Bukhari dan Muslim). “Rasulullah biasanya apabila muadzin sudah berhenti beradzan, beliau mulai melakukan dua rakaat ringkas sebelum shalat wajib (shalat Subuh)”. (HR. Bukhari dan Muslim). Siti Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah Saw shalat sunnah dua rakaat ...

Tahun Baru Islam: Sejarah Kalender Hijriyah

Image
Setiap kali memasuki tahun baru Islam, kaum Muslim mengenang kembali sejarah kalender Hijriyah. Umat Islam menggali menggali kembali hikmah yang terkandung di balik peristiwa hijrah yang dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah ini. Tahun hijriyah mulai diberlakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama "Tahun Muhammad" atau "Tahun Umar". Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tidak seperti sistem penanggalan Tahun Masehi yang diambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani). Tidak juga seperti sistem penanggalan Bangsa Jepang, Tahun Samura, yang mengandung unsur pemujaan terhadap Amaterasu O Mi Kami (dewa matahari) yang diproklamasikan berlakunya untuk mengabadikan kaisar pertama yang dianggap keturunan Dewa Matahari, yakni Jimmu Tenno (naik tahta tanggal 11 pebruari 660 M yang dijadikan awal perhitungan Tahun Samura). Atau penangalan Tahun Saka b...