Posts

Showing posts with the label inilah islam

Apakah Rasulullah Sholat Dhuha Tiap Hari?

Image
TANYA: Apakah Rasulullah melakukan sholat sunat Dhuha tiap hari? JAWAB: Tidak. Belum ditemukan keterangan atau riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw medawamkan  atau membiasakan shalat sunah Dhuha setiap hari. Hanya disebutkan, Rasulullah Saw  sering   melaksanakan Shalat Dhuha dan hukum shalat dhuha ini “ sunah muakkadah ” (sunah yang sangat dianjurkan). Mu’adzah berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: “Apakah Rasulullah Saw sering mengerjakan shalat dhuha?” Ia menjawab: “Tentu, beliau sering mengerjakan shalat dhuha empat rakaat, bahkan lebih dari itu, seluang waktu yang diberikan Allah Ta'ala ” (HR. Muslim). Abdullah bin Syaqiq pernah bertanya kepada Aisyah r.a. : "Apakah Rasulullah SAW melaksanakan sholat dhuha ?" Ia menjawab: "Tidak, kecuali jika beliau pulang dari berpergian " (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, An-Nasa'i). Dari Ka’ab bin Malik r.a., " Rasulullah SAW bila datang dari berpergian, beliau datang ke masjid dan melaksa...

Muslim yang Baik Hindari Hal 'Gak Penting'

Image
MUSLIM yang baik akan selalu berusaha meninggalkan kesia-siaan atau menjauhi hal-hal yang gak penting dan tidak bermanfaat.  Orang beriman akan selalu berikhtiar mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat bagi diri dan orang lain, serta membawa dampak positif di dunia dan di akhirat. Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR Tirmidzi). Imam Ibnu Rajab mengatakan dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam: " Sesungguhnya barangsiapa yang baik Islamnya pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting/bermanfaat baginya. Ukuran penting atau bergunanya itu tentu ditimbang dari syari'at, bukan menurut rasio atau akal, atau hawa nafsu.” Umar bin Abdul Aziz berkata: “Barangsiapa yang membandingkan antara ucapan dan perbuatannya, maka ia tidak akan berbicara kecuali hanya dalam hal yang penting saja.” Imam Ibnu Qoyyim dalam Ad-Daa'u wad Dawaa' ...

Bercanda ala Rasulullah Saw - Hukum Melawak dalam Islam

Image
Bercanda ala Rasulullah Saw - Hukum Melawak (Humor) dalam Islam HUKUM  dasar bercanda (bergurau, senda-gurau, humor, melawak) adalah mubah atau boleh (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar ). Dalilnya, Rasulullah Saw juga suka bercanda. Dari Abu Hurairah, bahwa para shahabat bertanya, ” Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anda telah mencandai kami.” Rasulullah saw. Menjawab, “Sesungguhnya tidaklah aku berbicara kecuali yang benar” (HR Tirmidzi). Hukum bercanda yang mubah itu berlaku selama rambu-rambu dalam bercanda dalam Islam dipatuhi. Sebagaimana dikemukakan ‘Aadil bin Muhammad Al-‘Abdul ‘Aali dalam bukunya, Pemuda dan canda, syarat bercanda menurut Islam antara lain: Materi canda tidak berisi olok-olok atau mempermainkan ajaran Islam; Tidak boleh menyakiti perasaan orang lain; Tidak mengandung kebohongan; Tidak mengandung ghibah (menggunjing); Tidak cabul; dan Tidak melampaui batas, yakni tidak membuat melalaikan kewajiban dan tidak menjerumuskan pada yang haram. Canda ala Rasulullah Canda ...

Bekerja dalam Islam Bernilai Ibadah

Image
BEKERJA mencari nafkah bagi diri dan keluarga, dalam Islam dinilai sebagai ibadah. Rasulullah Saw menyebutnya "fi sabilillah", di jalan Allah. Dengan demikian, jika seorang Muslim yang bekerja, maka ia berada di jalan-Nya. Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlan kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR. Thabrani). “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di ...

Kasih Sayang Sesama Muslim

Image
KASIH sayang sesama Muslim adalah bagian dari karakteristik atau watak umat Islam. Kasih sayang juga bagian dari akhlak mulia ( akhlaqul karimah, khuluqil adhim ) sebagaimana dimiliki dan dicontohkan Rasulullah Saw. “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. 68:4). Kasih sayang menimbulkan sikap lemah-lembut, termasuk dalam berdakwah atau 'amar ma'ruf nahyi munkar. Berkat sikap penuh kasih dan kelembutan ini pula, Rasulullah Saw berhasil dalam mengemban risalah Islam. “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159). Umat Islam wajib meneladani kasih sayang, kelemahlembutan, dan semua perilaku agung Rasulullah Saw. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia...

Hukum Bekerja di Diskotik dan Hotel

ISLAM melarang umatnya bekerja di bidang yang mengandung unsur kemaksiatan atau pelanggaran atas hukum Allah SWT, seperti melibatkan minuman keras, judi, riba, penipuan, perzinaan/prostitusi, pornografi, dan sebagainya. Jika hotel, diskotik, bioskop, atau tempat apa pun mengandung unsur kemaksiatan tersebut, jelas tergolong tempat yang haram bagi umat Islam untuk bekerja di sana. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi dalam Fatwa-Fatwa Kontemporer menegaskan, Islam mengharamkan  semua  bentuk  kerja  sama   atas   dosa   dan permusuhan,   dan  menganggap  setiap  orang  yang  membantu kemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya,  baik pertolongan   itu   dalam  bentuk  moril  ataupun  materiil, perbuatan ataupun  perkataan. "Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akanmembenamkan mereka dalam neraka." ...

Tahun Baru Islam: Sejarah Kalender Hijriyah

Image
Setiap kali memasuki tahun baru Islam, kaum Muslim mengenang kembali sejarah kalender Hijriyah. Umat Islam menggali menggali kembali hikmah yang terkandung di balik peristiwa hijrah yang dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah ini. Tahun hijriyah mulai diberlakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama "Tahun Muhammad" atau "Tahun Umar". Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tidak seperti sistem penanggalan Tahun Masehi yang diambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani). Tidak juga seperti sistem penanggalan Bangsa Jepang, Tahun Samura, yang mengandung unsur pemujaan terhadap Amaterasu O Mi Kami (dewa matahari) yang diproklamasikan berlakunya untuk mengabadikan kaisar pertama yang dianggap keturunan Dewa Matahari, yakni Jimmu Tenno (naik tahta tanggal 11 pebruari 660 M yang dijadikan awal perhitungan Tahun Samura). Atau penangalan Tahun Saka b...