News Ajak Peserta KB Beralih Gunakan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang. Terbaru
Bukuronline.com � Lebih dari 80 peserta program Keluarga Berencana (KB) Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun mendapat pembinaan dan pemantapan dari Dinas PP dan KB serta PP dan PA Kabupaten Madiun, Selasa (3/10/2017). Pembinaan ini sebagai tindak lanjut dari program Kampung KB yang telah dicanangkan awal Agustus lalu.
Kepala Dinas PP dan KB serta PP dan PA Kabupaten Madiun Drs. Siti Zubaidah memaparkan pembinaan ini sebagai langkah pemantapan dan penguatan kampung KB di wilayah Kabupaten Madiun. Langkah yang dilakukan seperti membentuk beberapa kelompok kerja antara lain kependudukan dan KB, Pendidikan dan Pembangunan Keluarga, Sosial ekonomi, Kesehatan dan Lingkungan Hidup, bidang PP dan PA, serta regulasi dan publikasi. ��Setiap kelompok kerja tersebut dibina oleh beberapa dinas terkait. Dan diharapkan mampu segera melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan program yang disusun,� imbau Kadin.
Sementara Kepala Desa Bukur Ratna Detaria Diyandari, SH., mengatakan Desa Bukur dipilih menjadi desa binaan dalam program Kampung KB ini karena jumlah pengguna alat kontrasepsi jangka pendek yaitu KB suntik masih cukup tinggi. Berbanding terbalik dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, Steril dan implan yang masih sepi peminat.
��Kebanyakan warga peserta KB masih ragu dan takut terhadap alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, Implan ataupun steril. Padahal itu lebih nyaman dibanding alat kontrasepsi jangka pendek,� ungkapnya.
Kades menambahkan, pembinaan ini sekaligus sebagai rangkaian persiapan Desa Bukur mengikuti Lomba Kampung KB Kabupaten Madiun tahun 2017 yang akan segera digelar. Dusun Tarokan terpilih menjadi lokasi lomba Kampung KB ini. Dan pihak desa akan segera melakukan musyawarah untuk membahas serta menentukan langkah selanjutnya. Untuk menunjang suksesnya program ini, Pemerintah Desa Bukur telah mempersiapkan anggaran yang sumbernya dari DD tahun 2017.
��Harapannya, peserta KB jangka pendek mau beralih ke alat kontrasepsi jangka panjang. Karena efeknya bagus dan tidak seperti yang disangka selama ini,�� pungkas Kades. (tim)