News Profil Desa Bukur. Terbaru
PROFIL DESA
2.1 Kondisi Desa
Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui kaitannya dengan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada memberikan arti penting Keputusan Pembangunan sebagai langkah pendayagunaan serta penyelesaian masalah yang timbul di masyarakat.
Desa Bukur salah satu dari 14desa yang ada di Kecamatan Jiwan yang terletak kurang lebih 3 km kearah Timur dari Kecamatan Jiwan, Desa Bukur mempunyai wilayah seluas : 6.126 ha dengan jumlah penduduk : 3.235 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga : 1.019 KK dengan batas � batas wilayah sebagai berikut :
| Sebelah Utara | Desa Metesih |
| Sebelah Timur | Desa Sambirejo |
| Sebelah Selatan | Desa Waduk |
| Sebelah Barat | Desa Tegalarum |
Iklim Desa Bukur sebaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Bukur kecamatan Jiwan dan pada sampai saat ini juga tidak ketinggalan dibanding dengan kondisi desa-desa yang lain biarpun kondisi penduduk desa tergolong kategori miskin/kurang mampu.
2.1.1 Sejarah Desa
Menurut sumber cerita dari para sesepuh desa Bukur masa kini, bahwa terjadinya Desa Bukur dimulai sejak Jaman Belanda. Desa Bukur adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Di desa Bukur mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani. Desa Bukur dibagi menjadi Dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Tarokan.
Menurut para tetua desa, dahulu kala desa Bukur merupakan daerah belum berpenghuni di pinggiran Sungai gandong. Seiring tahun, sedikit demi sedikit sepanjang Aliran Sungai ini mulai dihuni oleh orang, yang akhirnya berkembang menjadi tempat pemukiman dan lahan pertanian, seiring dengan berjalannya waktu menjadi suatu kumpulan masyarakat. Di sepanjang Sungai gandong pada saat itu banyak dihuni sejenis Kerang sungai yang biasa dikenal dengan sebutan Bukur. Dan dari sinilah asal muasal nama Desa Bukur diambil.
Adapun Desa Bukur dibagi menjadi 2 ( Dua ) dusun, yaitu :
1. Dusun Krajan
2. Dusun Tarokan
Para pejabat Bekel atau Kepala Desa Bukur yang diketahui, semenjak berdirinya Desa Bukur adalah sebagai Berikut :
| NO | NAMA | MASA JABATAN | KETERANGAN |
| 1 | Soeratman | Th. � s/d Th. � | Kades Pertama |
| 2 | Abdoel Moe�in | Th. � s/d Th. 1972 | Kades Kedua |
| 3 | Parni | Th. 1972 | Pj Kades |
| 4 | Muhyidin | Th. 1973 | Pj Kades |
| 5 | Kasan Markoen | Th. 1973 s/d Th. 1980 | Kades Ke tiga |
| 6 | M. Danun | Th. 1980 s/d Th. 1993 | Kades Ke empat |
| 7 | S. Parmin | Th. 1993 s/d Th. 2000 | Kades Ke lima |
| 8 | Sugeng Wahudin | Th. 2000 s/d Th. 2003 | Pj Kades |
| 9 | Mujianto | Th. 2003 s/d Th. 2004 | Pj Kades |
| 10 | Saiful Latifuddin | Th. 2004 s/d Th. 2014 | Kades Ke enam |
| 11 | Darus | Th. 2014 s/d Th. 2015 | Pj Kades |
| 12 | Ratna Detaria D. | Th. 2015 s/d sekarang | Kades Ke tujuh |
2.1.2 Demografi
Desa Bukur terdiri dari 2 dusun dengan jumlah penduduk sebesar 3.235 jiwa merupakan salah satu dari 14 ( empat belas ) desa di Kecamatan Jiwan. Batas Wilayah Desa Bukur Kecamatan Jiwan sebagai berikut :
1. Sebelah Utara : berbatasan dengan Desa Metesih
2. Sebelah Timur : berbatasan dengan Desa Sambirejo
3. Sebelah Selatan : berbatasan dengan Desa Waduk
4. Sebelah Barat : berbatasan dengan Desa Tegalarum
Jarak tempuh ke Ibu Kota Propinsi : 175 Km
Jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten : 7 Km
Jarak tempuh ke Ibu Kota Kecamatan : 3 Km
Jumlah penduduk Desa Bukur pada tahun 2015 mencapai 3.235 jiwa terdiri dari Laki-Laki 1.597 jiwa dan Perempuan 1.638 jiwa dengan 1.019 KK. Adapun rincian tersebut sebagai berikut:
A.Jumlah Penduduk menurut golongan umur
Data ini bermanfaat untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Bukur dapat dilihat pada Tabel berikut. dibawah ini :
| Golongan Umur | Jumlah Penduduk | Jumlah | Keterangan | |
| L | P | |||
| 0 Bln � 12 Bln | 44 | 37 | 81 | |
| 13 Bln � 4 Thn | 51 | 63 | 114 | |
| 5 Thn � 6 Thn | 36 | 44 | 80 | |
| 7 Thn � 12 Thn | 111 | 138 | 249 | |
| 13 Thn � 15 Thn | 55 | 56 | 111 | |
| 16 Thn � 18 Thn | 60 | 47 | 107 | |
| 19 Thn � 25 Thn | 161 | 166 | 327 | |
| 26 Thn � 35 Thn | 258 | 230 | 488 | |
| 36 Thn � 45 Thn | 284 | 242 | 526 | |
| 46 Thn � 50 Thn | 144 | 145 | 289 | |
| 51 Thn � 60 Thn | 184 | 181 | 365 | |
| 61 Tahun keatas | 204 | 284 | 488 | |
| Jumlah | 1592 | 1633 | 3225 | |
Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Tahun 2015
B. Jumlah Penduduk menurut Agama
Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Bukur mayoritas beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut :
� Islam : 3230 Orang
� Kristen : 1 Orang
� Katolik : 4 Orang
� Hindu : - Orang
� Budha : - Orang
C. Jumlah Penduduk menurut tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Akses untuk mendapatkan pendidikan jauh lebih mudah karena jarak tempat pendidikan baik tingkat SD sampai SMA dekat dengan pemukiman warga, akan tetapi kalau dilihat dari data statistik masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingya pendidikan. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel berikut. berikut
| No | Tingkat Pendidikan | Jumlah Penduduk | Ket |
| 1 | Belum / Tidak / Sudah Tidak Sekolah | 1566 | |
| 2 | SD | 188 | |
| 3 | SLTP | 520 | |
| 4 | SLTA / SMK | 786 | |
| 5 | Perguruan Tinggi | 165 | |
| JUMLAH | | | |
Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Tahun 2015
D. Jumlah Penduduk menurut mata pencaharian
Mata pencaharian penduduk di Desa Bukur sebagian besar masih berada di sektor pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Data menurut mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada Tabel berikut ini :
| No | Mata Pencaharian | Jumlah Penduduk | Ket |
| 1 | Petani | 142 | |
| 3 | Pegawai Negeri | 67 | |
| 4 | Peternak | - | |
| 5 | Pengrajin | - | |
| 6 | TNI/POLRI | 6 | |
| 7 | Pensiunan | 26 | |
| 8 | Pedagang | 12 | |
| 9 | Lain-lain | 2972 | |
Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Tahun 2015
2.1.3 Keadaan Sosial
Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Bukur bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah tersedianya lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Madiun. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan usaha kecil pemberian kredit sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di bidang perdagangan.
Tingkat angka kemiskinan Desa Bukur yang masih tinggi menjadikan Desa Bukur harus bisa mencari peluang lain yang bisa menunjang peningkatan taraf ekonomi bagi masyarakat. Banyaknya kegiatan Ormas di Desa Bukur seperti Remaja Masjid, Karang Taruna, Jamiyah Yasin, Tahlil, PKK Dharmawanita ,Posyandu, Kelompok Arisan merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.
KESEJAHTERAAN WARGA
| No | Uraian | Jumlah | |
| 1. 2. 3. 4. | Jumlah Kepala Keluarga Jumlah penduduk miskin Jumlah penduduk sedang Jumlah penduduk kaya | | 1019 KK 340 KK 642 KK 37 KK |
PENGANGGURAN
| No | Uraian | Keterangan |
| 1 | Jumlah penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja | 251 orang |
| 2 | Jumlah angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun | 157 orang |
FASILITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
| No. | Jenis Fasilitas Pendidikan | Jumlah | No. | Jenis Fasilitas Kesehatan | Jumlah |
| 1. | Gedung TK | .2 | 1. | Polindes | .1 |
| 2. | Gedung SD/MI | .3 | 2. | Posyandu | .3 |
| 3. | Gedung SLTP | .- | 3. | | |
| 4. | Gedung SLTA | .- | 4. | | |
2.1.4 Keadaan Ekonomi
Kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Desa Bukur amat sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya. Selain itu letak geografis desa yang cukup strategis dan merupakan jalur transportasi yang menghubungkan antar Kecamatan dan Kabupaten yaitu Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun dengan Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
Pendapatan desa merupakan jumlah keseluruhan penerimaan desa yang dibukukan dalam APBDesa setiap tahun anggaran. Menurut Peraturan Desa Bukur Nomor 3 Tahun 2015 bahwa Sumber Pendapatan Desa :
1. Sumber Pendapatan Desa
a. Pendapatan asli desa terdiri dari hasil kekayaan desa, hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong dan lain-lain pendapatan asli desa yang sah;
b. Bagi hasil pajak daerah kabupaten paling sedikit 10 % untuk desa dan dari retribusi kabupaten sebagian diperuntukkan bagi desa yang merupakan pembagian untuk setiap desa secara proporsional;
c. Bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten untuk desa paling sedikit 10 % yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa;
d. Bantuan keuangan dari pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintah;
e. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
2. Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disalurkan melalui kas desa;
3. Sumber Pendapatan Desa yang telah dimiliki dan dikelola oleh Desa tidak dibenarkan diambil alih oleh Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah.
Adapun Kekayaan desa terdiri dari :
a. Tanah kas desa
b. Bangunan desa yang dikelola desa
c. Lain-lain kekayaan milik desa
Desa Bukur sebagaian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani yang mayoritas memeluk agama Islam dan juga memiliki kepatuhan terhadap adat dan tradisi.
2.1.4.1 Prasarana dan Sarana Desa
Pembangunan masyarakat desa diharapkan bersumber pada diri sendiri (kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.
1. Prasarana kesehatan :
� Posyandu : 3 unit
� Polindes : 1 unit
� Bidan Desa : 1 orang
2. Prasarana Pendidikan
� Taman Kanak � kanak / TK : 2 unit
� SD / MI : 3 unit
� SLTP / MTs : - unit
� SLTA / MA : - unit
� TPA / TPQ : 6 unit
3. Prasarana Umum lainnya
� Tempat ibadah : 21 unit
� Lapangan Olahraga : 1 unit
Pengelolaan sarana dan prasana merupakan tahap keberlanjutan dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Proses penyiapan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil serta semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan, mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.
Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah:
a. Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan,
b. Perencanaan secara partisipatif, terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan,
c. Prioritasitas pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan.
d. Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan agar masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan.