Posts

Menyikapi Tahun Baru Islam 1 Muharram Hijriyah

Image
SETIAP kali kita memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharam (Hijriyah), sebagai kaum Muslim kita dituntut menyikapi momentum tersebut dengan muhasabah (introspeksi diri). Misalnya: Apakah ibadah atau amal saleh kita selama ini sudah memenuhi syarat untuk diterima oleh Allah SWT? Yaitu, dilandasi keimanan, ilmu, ikhlas, dan sesuai dengan sunah Rasul? Bekal amal saleh apa yang sudah kita miliki untuk kehidupan di akhirat kelak? Benar, muhasabah harus kita lakukan sepanjang waktu, hari demi hari, bahkan detik demi detik. Tapi setidaknya, pergantian tahun baru Islam menjadi "momentum tahunan" muhasabah. “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk hari esok (akhirat)... " (QS. Al-Hasyr: 18). Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma'ani: "Setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan per...

Hukum Biaya Haji Pinjam dari Bank

Image
Hukum Biaya Haji Pinjam dari Bank Bagaimana hukumnya utk biaya ibadah haji pinjam dari bank wass. 02292641XXX JAWAB : Untuk mendapatkan haji mabrur, kita harus menggunakan bekal yang halal. Lagi pula, jika sampai pinjam uang, bisa dikatakan belum wajib haji karena belum mampu; jadi jangan memaksakan pinjam, apalagi dari bank riba. Syekh Ibnu Utsaimin ditanya, “Sebagian orang mengambil utang untuk menunaikah haji dari perusahaan tempat dia bekerja, pelunasannya dilakukan dengan cara memotong gajinya secara angsuran, bagaimana pendapat Anda dalam masalah ini?“ Beliau menjawab, “Menurut pandangan saya, dia tidak perlu berbuat demikian, karena seseorang tidak wajib menunaikan haji jika dia memiliki utang, apalagi halnya jika dia sengaja berutang untuk menunaikan haji? Maka menurut saya, sebaiknya jangan berutang untuk menunaikan haji; karena menunaikan haji dalam kondisi tersebut bukan merupakan kewajiban baginya, karenanya dia seharusnya menerima keringanan Allah, keluasan, dan kasih saya...

Hukum Shalat Tidak Mengerti Bacaannya

Image
Bgmn hukumnya org shalat, tapi tidak mengerti arti dan makna bacaan shalat? 085269605XXX JAWAB : Hukumnya tetap sah secara fiqih, selama bacaannya benar dan memenuhi syarat dan rukun shalat. Jadi, ketidakmengertian bacaan tidak ada kaitannya dengan sah-tidaknya shalat, karena tidak termasuk syarat sah dan rukun shalat. Namun, jika kita shalat tidak mengerti makna bacaannya, alangkah ruginya kita, karena shalat kita tidak akan khusyu dan kita tidak ”berdialog” dengan Allah SWT. Lagi pula, sebagian besar bacaan shalat itu berisi doa. Mungkinkan kita meminta sesuatu (berdoa) kepada Allah tanpa paham apa yang kita minta? Karenanya, mari kita pelajari dan pahami bacaan shalat, dari takbir hingga salam, agar shalat kita khusyu, berpengaruh pada perilaku, dan kita merasakan kenikmatan spiritual ”berdialog” dengan Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Benarkah Melagukan Adzan itu Bid’ah?

Image
Benarkah Melagukan Adzan itu Bid’ah? TANYA: Apa benar, katanya melagukan bacaan adzan itu bid'ah? Mohon penjelasannya, wassalam. JAWAB : Tidak ada keterangan pasti tentang boleh-tidaknya melagukan atau memperindah lantunan/bacaan adzan ( adan, azan ), sehingga tidak bisa begitu saja dihukumi bid’ah. Bid’ah secara garis besar adalah mengada-adakan, menambah atau mengurangi, tata cara ibadah --utamanya ibadah pokok atau ibadah mahdhah: shalat, zakat, puasa, dan haji --yang sudah dicontohkan Rasulullah Saw. Yang jelas, jika waktu shalat tiba, harus ada yang adzan guna mengingatkan dan memanggil kaum Muslim untuk segera shalat. "Jika waktu sholat telah tiba, hendaklah salah seorang diantara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian dan hendaklah orang yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Mayoritas ulama sependapat, adzan boleh (mubah) dilagukan, asalkan tetap menaati kaidah ilmu tajwid, tidak berlebihan memanjangkannya hingga menyerupai n...

Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah - Puasa Arofah

Image
Puasa Sunah bulan Dzulhijjah atau Puasa Sunah Idul Adha adalah salah satu jenis puasa sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama Puasa Arafah . Umat Islam disunahkan berpuasa sehari sebelum Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Sunah Bulan Haji tanggal 9 tersebut disebut "Puasa Arofah". Hukum Sunah Puasa Arofah ini berdasarkan hadits Shahih: “…puasa hari Arafah, saya (Nabi Saw) berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..”  (HR.  Muslim dan Ahmad). Dibolehkan juga puasa sunah dari tanggal 1 s.d. 8 Dzulhijjah. Jadi, kalau semua puasa sunah dilaksanakan, maka puasa sunahnya bulan haji ini dimiulai dari tangal 1 s.d. 9 Dzulhijjah, berdasarkan hadits yang berisi anjuran memperbanyak ibadah di 10 Hari Pertama bulan Dzulhijah atau bulan haji, menjelang Idul Adha. "Dari Ibni Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dar...

Hukum Akikah Setelah Dewasa dan Biaya Sendiri

Image
Hukum Akikah Setelah Dewasa dan Biaya Sendiri.  TANYA: Sy mau tny : 1.Blhkh Aqiqah br dlkukn stlh dewsa? 2.Blhkah sy b'qurban dlu sblm aqiqah? 3. Blhkh Aqiqah beaya sndri bkn dr ayh?(krn ayh blm mampu), wasalam. JAWAB: Jawaban ringkas untuk ketiga pertanyaan Anda adalah boleh . Akikah (aqiqah) adalah sembelihan hewan kurban untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh. Hukum akikah sunnah muakkadah . ”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan,  dishohihkan oleh Tirmidzi). Jika orangtua bayi tidak memiliki kesanggupan untuk akikah hari ke-7, dibolehkan hari ke-14, 21, atau saat kapan pun ia (orangtua bayi) memiliki rezeki. Imam Syafi’i dan Hambali menyatakan, akikah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh. Harap diingat, yang bertanggung jawab melakukan akikah adalah sang ayah bayi, namun jika sang aya...

Hikmah Idul Adha: Merekat Ukhuwah dan Rela Berkorban

Image
IDUL ADHA adalah salah satu hari raya umat Islam, selain Idul Fitri. Dalam Idul Adha, ada ibadah haji dan ibadah kurban sehingga Idul Adha disebut juga "Lebaran Haji" dan "Idul Qurban". Ibadah haji dan Ibadah Kurban sama-sama mengajarkan dua hal: ukhuwah atau persaudaraan dan sikap rela berkorban demi agama (Islam), juga demi kemanusiaan. Hikmah Ibadah Haji Ibadah haji mengajarkan kesiapan mental-fisik untuk menjalani kehidupan dengan tuntunan dan tuntutan Islam. Tauhidullah dan syariat Islam yang ditegakkan dan didakwahkan Nabi Ibrahim a.s., Nabi Muhammad Saw, juga nabi dan rasul lainnya, wajib kita imani, pahami, amalkan, dakwahkan, perjuangkan, dan bela! Ibadah haji juga mengajarkan kesamaan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia. Maka, promosikan ukhuwah di kalangan manusia, khususnya sesama kaum Muslim! Semua manusia sama dalama pandangan Allah. Hanya takwa yang membedakannya. Taka tercermin dalam akhlak karimah atau perangai yang baik. Tidak peduli apa ...